• www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

Sabtu, 03 Agustus 2019

Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi


Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan  melalui  Peningkatan Kompetensi   Pembelajaran Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan  dan  Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen  GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan     pada pembelajaran  berorientasi  pada  keterampilan  berpikir  tingkat  tinggi  atau Higher  Order  Thinking  Skills  (HOTS).  Keterampilan  berpikir  tingkat  tinggi adalah  proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan,  membangun representasi, menganalisidan membangun hubungan dengan  melibatkan aktivitas mental yang paling dasar yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru professional.

Guru profesional memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa 30% prestasi peserta didik ditentukan oleh  faktor guru. Dengan demikian maka guru harus senantiasa meng-updatdirinya      dengan  melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jika program                      Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sebelumnya didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, berfokus pada  peningkatan kompetensi guru khususnya kompetenspedagogdan profesional, maka Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi lebih berfokus pada upaya memintarkan peserta didik melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berbasis zonasi  ini dilakukan mengingat luasnya wilayah Indonesia. Zonasi diperlukan  guna  memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, sehingga peningkatan pendidikan dapat berjalan secara masif dan tepat sasaran.  
Unit Pembelajaran yang sudah tersusun diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran. Unit Pembelajaran yang dikembangkan dikhususkan untuk Pendidikan Dasar yang dalam hal ini akan melibatkan KKG SD dan MGMP SMP
Berikut Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi sbb :

Sekolah Dasar (SD)


Sekolah Menengah Pertama (SMP)



#hari #klikhari #pakhari #spenduta #sobatspenduta #spendutasidoarjo #smpn2taman #smpn2tamansidoarjo #smp2taman #smp2tamansidoarjo #banggaspenduta
Share:

Sabtu, 08 Juni 2019

Bangun Ruang Sisi Lengkung

1. TABUNG
Tabung adalah bangun ruang sisi lengkung yang dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang mengelilingi kedua lingkaran tersebut. Tabung memiliki tiga sisi yakni dua sisi datar dan satu sisi lengkung.
 Benda-benda dalam kehidupan sehari-hari yang menyerupai tabung adalah tong sampah, kaleng susu, lilin, dan pipa.
Luas Tabung
Luas  tabung   ekuivalen   dengan   jumlahan   semua luas bangun penyusun dari jaring-jaring tabung. Jaring-jaring tabung terdiri atas dua lingkaran dan satu persegi panjang.















Misalkan terdapat tabung dengan jari jari r dan tinggi t, maka:
L  =  Luas jaring-jaring tabung
       = 2 × Luas Lingkaran + Luas ABCD  (Ingat: panjang AB = keliling lingkaran)
           = 2πr2  AB × BC                                                 panjang BC = tinggi tabung.
      = 2πr2  + r × t
      = 2πr(r + t)
Volume Tabung
Volume tabung adalah hasil perkalian dari luas alas tabung  dengan  tinggi  tabung  atau  dapat  dirumuskan sebagai berikut:
V =  L  × t
    = πr2  × t

2.  KERUCUT
Kerucut adalah bangun ruang sisi lengkung yang dapat dibentuk dari  tabung dengan mengubah tutup tabung menjadi titik. Titik tersebut biasanya disebut dengan titik puncak. Kerucut memiliki dua sisi, yaitu  satu sisi datar dan satu sisi lengkung. Kerucut merupakan limas dengan alas lingkaran.
Benda-benda dalam kehidupan sehari-hari yang menyerupai kerucut adalah topi ulang tahun, topi petani, dan cone es krim

Luas Permukaan Kerucut
Luas  permukaan  ekuivalen  dengan  jumlahan semua  luas   bangun   penyusun   dari   jaring-jaring kerucut.   Jaring-jaring   kerucut   terdiri   atas   satu lingkaran dan satu selimut yang berbentuk juring.












Misalkan terdapat kerucut dengan jari jari r dan garis pelukis s, maka:
L =  Luas Lingkaran + Luas Juring ABC
   = πr2  + πrs
   = πr(r + s)

Volume Kerucut









Volume kerucut adalah 1/3 bagian dari volume tabung dengan jari-jari dan tinggi yang sama atau dapat dirumuskan sebagai berikut:








3. BOLA
Bola adalah bangun ruang sisi lengkung yang dibentuk dari tak hingga lingkaran yang memiliki jari-jari sama panjang dan berpusat pada titik yang sama. Bola hanya memiliki  satu sisi yang merupakan sisi lengkung. Bola dapat dibentuk dengan memutar/merotasi setengah lingkaran sebesar 360o dengan diameter sebagai sumbu rotasi
Benda dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk bola adalah bola olah raga (sepak bola, basket, voli dan lain-lain), kelereng, globe, dan lainnya.

Luas Permukaan Bola
Luas permukaan bola adalah sama dengan 4 kali luas lingkaran  yang  memiliki  jari-jari  yang  sama  atau  dapat dituliskan sebagai berikut
              L = 4πr2   

Volume Bola









#hari #klikhari #pakhari #spenduta #sobatspenduta #spendutasidoarjo #smpn2taman #smpn2tamansidoarjo #smp2taman #smp2tamansidoarjo #banggaspenduta
Share:
Terimakasih atas kunjungan anda