• www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

  • www.klikhari.blogspot.co.id

Minggu, 02 Juni 2019

Transformasi

Transformasi terdiri atas 4 bagian yaitu :
1.  Refleksi (Pencerminan)
2.  Translasi (Pergeseran)
3.  Rotasi (Perputaran)
4.  Dilatasi (Perkalian bangun)

1. Refleksi (Pencerminan)
Refleksi atau pencerminan merupakan satu jenis transformasi yang memindahkan setiap titik pada suatu bidang dengan mengggunakan sifat bayangan cermin dari titik-titik yang dipindahkan
Jika diketahui sebarang titik dengan koordinat (x, y) pada koordinat kartesius, maka koordinat bayangan hasil pencerminannya dapat dilihat padat tabel berikut ini.












2.  Translasi (Pergeseran)
Translasi  merupakan  salah  satu  jenis  transformasi  yang  bertujuan  untuk memindahkan semua titik suatu bangun dengan jarak dan arah yang sama.
Translasi pada bidang Cartesius dapat dilukis jika kamu mengetahui arah dan seberapa jauh gambar  bergerak secara mendatar dan atau vertikal. Untuk nilai yang sudah ditentukan a dan b yakni translasi memindah setiap titik P (x, y) dari sebuah bangun pada bidang datar ke P’ (x + a, y + b). Translasi dapat disimbolkan dengan (x, y) → (x + a, y + b).

3.  Rotasi (Perputaran)
Rotasi  merupakan  salah  satu  bentuk  transformasi yang memutar setiap titik pada gambar sampai sudut dan arah tertentu terhadap titik yang tetap. Titik tetap ini disebut pusat rotasi. Besarnya sudut dari bayangan benda  terhadap  posisi  awal  disebut  dengan  sudut rotasi.
Suatu rotasi ditentukan oleh arah rotasi. Jika berlawanan arah dengan arah perputaran jarum jam, maka sudut putarnya positif. Jika searah perputaran jarum jam, maka sudut putarnya negatif. Pada rotasi, bangun awal selalu kongruen dengan bayangannya

4.  Dilatasi (Perkalian Bangun)
 Dilatasi terhadap titik pusat merupakan perkalian dari koordinat tiap-tiap titik pada  suat bangun datar dengan faktor skala sebesar k. Faktor skala menentukan apakah suatu dilatasi merupakan pembesaran atau pengecilan. Secara umum dilatasi dari suatu koordinat (x, y) dengan faktor skala k akan menghasilkan koordinat (kx, ky) atau dapat ditulis (x, y) (kx, ky). Ketika k > 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pembesaran, tetapi jika 0 < k < 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pengecilan. Untuk memperbesar atau memperkecil bangun, letak pusat dilatasi dapat di dalam, di luar, atau pada tepi bangun yang akan didilatasikan.



sumber : Buku Guru BSE Matematika kelas 9 edisi revisi 2018



#hari #klikhari #pakhari #spenduta #sobatspenduta #spendutasidoarjo #smpn2taman #smpn2tamansidoarjo #smp2taman #smp2tamansidoarjo #banggaspenduta
Share:

Kamis, 30 Mei 2019

Persamaan dan Fungsi Kuadrat

Persamaan kuadrat satu variabel adalah suatu persamaan yang pangkat tertingginya dua. Secara umum, bentuk persamaan kuadrat adalah ax2  + bx + c = 0 dengan a 0, a, b, c R. Konstanta a, b, c pada persamaan ini disebut sebagai koefisien. Beberapcontoh persamaan kuadrat yaitu: 3x2   7x + 5 = 0, x2   x + 12 = 0, x2   9 = 0, 2x(x 7)= 0 dan lainnya.


 Akar persamaan kuadrat dari ax2   + bx + c = 0 adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. Cara menentukan akar persamaan kuadrat ada tiga cara, yaitu:
 (1)   Memfaktorkan
 (2)   Melengkapi Kuadrat Sempurna
 (3)   Rumus Kuadratik (Rumus abc)

 Dalam hal ini rumus kuadratik (Rumus abc) adalah






Karakteristik  dari  akar-akar  persamaan  kuadrat  dapat  dilihat  dari  koefisen persamaannya. Berikut karakteristik-karakteristik dari persamaan kuadrat berdasarkan koefisien-koefisien persamaan kuadratnya:



         
Misal suatu persamaan kuadrat ax + bx + c = 0 dengan nilai diskriminannya adalah D = b2 4ac maka untuk D < 0 persamaan kuadrat tidak mempunyai akar- akar, D = 0 persamaan kuadrat mempunyai akar-akar kembar, D > 0 persamaan kuadrat mempunyai dua akar berbeda.

Grafik Fungsi Kuadrat
Fungsi kuadrat merupakan fungsi yang berbentuk y = ax2   + bx + c, dengan a  0.
Grafik  dari  fungsi  kuadrat  menyerupai  parabola,  sehingga  dapat  dikatakan juga sebagai fungsi parabola


.




































































































Menentukan Sumbu Simetri dan Titik Optimum





















Langkah-langkah mensketsa grafik fungsi kuadrat :
Langkah 1   :  Menentukan bentuk parabola (terbuka ke atas atau ke bawah).
Langkah 2    :  Menentukan perpotongan grafik terhadap sumbu-x; yaitu, koordinat titik potongnya adalah (x , 0) yang memenuhi persamaan f(x) = 0
Langkah 3   :  Menentukan perpotongan grafik terhadap sumbu-y; yaitu, koordinat titik potongnya adalah (0 , y1) dengan y1 didapatkan berdasarkan persamaan y1 = f(0)
Langkah 4   :  Menentukan sumbu simetri dan nilai optimum dari grafik fungsi
Langkah 5   :  Mensketsa grafik fungsi kuadrat berdasarkan langkah (1), (2), (3), dan (4).


Menentukan Fungsi Kuadrat
Untuk menentukan  fungsi  kuadrat  diperlukan  beberapa  informasi,  di  antaranya sebagai berikut.

 1.     Beberapa titik koordinat yang dilalui fungsi kuadrat tersebut.

 2.     Titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-x.

 3.     Titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-y.

 4.     Titik puncak dan sumbu simetri.


Aplikasi Fungsi Kuadrat

Berikut langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah optimalisasi fungsi kuadrat.

Langkah 1.  Tentukan variabel yang akan dioptimalisasi yaitu y dan variabel yang bebas yaitu x.

Langkah 2.  Jika model y = ax2    + bx + c tidak diketahui maka bentuklah model

y = ax2  + bx + c dari permasalahan.

Langkah 3.  Tentukan nilai optimum dari model yang didapatkan pada Langkah 2.




Sumber : Buku Guru BSE Matematika kelas 9 edisi revisi 2018



#hari #klikhari #pakhari #spenduta #sobatspenduta #spendutasidoarjo #smpn2taman #smpn2tamansidoarjo #smp2taman #smp2tamansidoarjo #banggaspenduta

Share:
Terimakasih atas kunjungan anda